S U R A T   E D A R A N

Menghadapi fonomena  Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah terjadi diwilayah Kota Bontang dan dimana Kota Bontang dalam status DARURAT DBD , maka dirasa perlu adanya suatu upaya preventif untuk mengantisipasi  hal tersebut, maka dengan ini kami mengharapkan bantuan Ketua RT untuk memberitahukan dan menginstruksikan kepada warganya agar  melaksanakan upaya pencegahan terhadap bahaya wabah demam berdarah tersebut, dengan hal-hal sebagai berikut : Klik Surat Edaran

 

Cegah Komunis Masuk Bontang

Created on Monday, 30 May 2016 19:55:58

BONTANG - Antisipasi terhadap ancaman komunisme menjadi pekerjaan rumah (PR) semua pihak. Pasalnya, selama ini Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang menjunjung tinggi kebinekaan. Dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sebagai “benteng”, masyarakat mampu menjunjung tinggi toleransi meskipun memiliki latar belakang suku, budaya, agama, dan sosial yang berbeda.

Di Kota Taman, semua pihak sepakat untuk melawan komunisme dan paham radikal lainnya. Bahkan, TNI/Polri siap menjaga kedaulatan NKRI, khususnya di Bontang.

Dandim 0908/BTG Letkol Inf Rio Akmal Syahbana menegaskan, larangan terhadap komunisme sudah diatur dalam dalam TAP MPRS XXV/1966 tentang Larangan Paham Komunisme di Indonesia, serta Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Berkaitan dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara. Di mana, di dalamnya sudah diatur terkait hukumannya.

“Yang kami antisipasi terkait dampak dari paham ini adalah generasi muda. Mereka tidak merasakan dampak dari komunisme secara langsung, seperti yang dialami para pahlawan dulu. Makanya, kami berupaya untuk memberikan pemahaman tentang bahaya komunis ini, yang bertentangan dengan ideologi bangsa,” jelasnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah paham komunis masuk ke Bontang. Salah satunya adalah program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang saat ini sedang berjalan. Di mana, ada dua model program TMMD, yakni fisik dan nonfisik.

“Kalau fisik kan membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan. Nah, kalau nonfisik ini dengan kegiatan seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, pemberian pemahaman soal Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan Bhineka Tunggal Ika, sosialisasi bahaya narkoba, dan lainnya,” katanya.

Kendati demikian, Rio menegaskan jika untuk saat ini Bontang aman dari bahaya komunis. Namun, dia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. “Selama ini yang baru terdeteksi di Balikpapan. Di Bontang belum ada. Semoga ke depan tidak kita temukan paham atau indikasi komunis di Bontang,” tegasnya.

Sementara, Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn mengatakan, paham komunis memang ramai diisukan bangkit kembali. Hal tersebut membuat seluruh personel TNI/Polri gencar mencegah penyebarannya. Dengan mulai bermunculannya berbagai atribut bergambar palu-arit atau simbol-simbol lainnya yang mengarah pada Partai Komunis Indonesia (PKI), karena dianggap melanggar hukum. Pencegahan tersebut tak hanya berlaku di pemerintahan pusat, melainkan juga di daerah termasuk Bontang.

Andy menyatakan, jika ada indikator keberadaan atribut atau ada yang memiliki serta mengoleksi simbol-simbol palu-arit segera laporkan. Kata dia, dari fungsi Intelkam sudah melakukan penyelidikan di Bontang. Namun, sejauh ini untuk wilayah Bontang sendiri memang masih belum ditemukan, bahkan indikatornya pun belum terdeteksi. Tindakan tersebut sebagai pencegahan hadirnya paham komunis di Kota Taman.

“Karena kalau ada, pasti akan menimbulkan gejolak di masyarakat,” jelas Andy saat ditemui di Polres Bontang, Kamis (26/5) kemarin.

Oleh karena itu, sebagai upaya pencegahan, lanjut Andy, jika ada masyarakat yang belum mengerti tentang lambang palu-arit itu sebaiknya lapor ke kantor polisi terdekat. Seumpama, ada yang memberi atribut, baik berupa pin, kaos, stiker, atau lainnya maka segera laporkan ke kantor polisi terdekat.

Sehingga, pihaknya akan mencari orang yang menyebarkan atribut tersebut karena dikhawatirkan sedang mensosialisasikan PKI. “Nanti kita melakukan pemanggilan terhadap pengedar itu,” ujarnya.

Dijelaskan Andy, sudah hampir satu bulan ini proses penyelidikan dilakukan. Mengingat perintah tersebut diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat. Kalaupun ada yang menyimpan atribut tersebut untuk sekadar koleksi, menurutnya tidak perlu. Lebih baik mengoleksi barang lain yang tidak jadi masalah.

“Saya rasa warga Bontang sudah mengerti dan paham mana yang baik dan buruk. Hal itu terbukti dari situasi Kamtibmas Bontang yang relatif aman, walaupun tetap besar harapan saya semoga di Bontang tak ada unsur atau indikator komunis dalam bentuk apapun,” pungkasnya. (mga/gun)

 

Foto Berita

14 Aug 2016

 

Misi Kelurahan Belimbing :
1.    Meningkatkan Profesionalisme Kinerja Aparatur Kelurahan.
2.    Meningkatkan Koordinasi dengan Instansi Terkait dan Lembaga Kemasyarakatan.
3.    Mengembalikan dan Menjaga Kondisi Lingkungan Hidup Sesuai dengan Fungsinya.

 

Pengumuman

  • Informasi Program Kelurahan
  • Pengumuman Kelurahan

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan Kelurahan Belimbing
 

Join Us!

Mari bergabung di Sosial Media Kelurahan Belimbing

Stay Connected on:

Tentang Kami

Kelurahan Belimbing merupakan wilayah administratif dengan luas wilayah 872 Ha mempunyai 51 RT, jumlah penduduk sekitar 13.001 jiwa per Mei 2016.

Kantor Kelurahan

Kelurahan Belimbing
Jl Abdul Rauf No. 40 BTN PKT 
Bontang 75313 Kalimantan Timur
+62 548 25356
+62 548 25358

E-mail
admin@belimbing.id