S U R A T   E D A R A N

Menghadapi fonomena  Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah terjadi diwilayah Kota Bontang dan dimana Kota Bontang dalam status DARURAT DBD , maka dirasa perlu adanya suatu upaya preventif untuk mengantisipasi  hal tersebut, maka dengan ini kami mengharapkan bantuan Ketua RT untuk memberitahukan dan menginstruksikan kepada warganya agar  melaksanakan upaya pencegahan terhadap bahaya wabah demam berdarah tersebut, dengan hal-hal sebagai berikut : Klik Surat Edaran

 

Hebat!! Program On The Track, Terbaik se-Kaltim

Created on Monday, 02 May 2016 21:18:48

“Program peningkatan kompetensi guru yang kita jalankan sudah tepat. Baik melalui pelatihan dan program lain. Jika guru kita berkompeten, maka siswa akan berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan hasil UN Bontang”

Dasuki
Kepala Disdik Bontang

“Kami juga akan merealisasikan program satu guru satu laptop. Program ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bontang. Terget kami, semua sekolah di Bontang juga harus melaksanakan ujian berbasis online”

Neni Moerniaeni
Wali Kota Bontang

“Peran guru dan Disdik sangat patut kita apresiasi. Karena memang hasil UN Bontang tertinggi di Kaltim dan keenam di Indonesia”

Agus Haris
Ketua Komisi I DPRD Bontang

 

BONTANG - Kualitas pendidikan di Kota Taman memang tak perlu lagi diragukan. Data menunjukkan bahwa sejumlah capaian program pendidikan Bontang, tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Data yang dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia (Kemendikbud RI) itu bisa menjadi salah satu buktinya. Tepatnya data tentang Neraca Pendidikan Daerah (NPD). Data ini dapat diakses langsung di alamat: http://npd.data.kemdikbud.go.id/. 

Informasi yang disusun Kemendikbud untuk memberikan gambaran mutakhir tentang kondisi pendidikan pada suatu daerah ini, menunjukkan raihan prestasi pendidikan Bontang lebih unggul dari kabupaten/kota lainnya di Kaltim.

Data yang menunjukkan rerata hasil Ujian Nasional (UN) 2015 misalnya. Di tingkat SMP, Bontang berhasil meraih nilai 60,3, sedangkan rerata untuk SMP di Kaltim hanya 56,3. Hasil untuk tingkat SMA jurusan IPA dan IPS, serta SMK juga menunjukkan bahwa Bontang di atas rerata nilai di Kaltim. (Selengkapnya, silakan lihat infografis)

Masih dari sumber sama, rerata Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 juga menunjukkan bahwa Bontang lebih unggul dari kabupaten/kota lain di Kaltim. Rerata nilai UKG di Bontang adalah 62,11. Angka ini mengungguli Balikpapan yang berada di tempat kedua dengan nilai 59,66. Kemudian disusul Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang mendapat nilai 58,36 saja.  Rerata nilai uji kompetensi guru di Bontang juga jauh di atas rata-rata nasional yang nilainya hanya 56,69.

Di situs itu juga ditampilkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bontang tahun 2014. Di mana, Bontang juga menempati posisi pertama, yakni di angka 78,58. IPM Bontang di atas Samarinda dengan nilai 78,39 dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) 68,91. Seperti diketahui, beberapa indikator penetapan IPM adalah rata-rata lama sekolah dan harapan sekolah. Di Bontang harapan lama sekolah mencapai 12,68 tahun dan rata-rata lama sekolah 10,35 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang, Dasuki mengatakan, dari data yang dilansir Kemendikbud tersebut, Bontang memang diakui unggul dalam berbagai hal. Menurunya, hal ini menunjukkan bahwa program pendidikan sejauh ini telah berjalan dengan benar.

“Jika melihat data yang dilansir Kemendikbud, sejumlah capaian Bontang memang mengalahkan seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Artinya pendidikan kita on the track (sesuai jalur, Red.),” kata Dasuki, Minggu (1/5) kemarin.

Salah satu contohnya, sebut Dasuki, adalah hasil UKG Bontang yang berada di urutan pertama di Kaltim. Ini membuktikan bahwa kualitas guru di Bontang sangat bagus.

“Program peningkatan kompetensi guru yang kita jalankan sudah tepat. Baik melalui pelatihan dan program lain. Jika guru kita berkompeten, maka siswa akan berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan hasil UN Bontang,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan apresiasi atas raihan pendidikan di Bontang. Sebab, walaupun baru berusia 17 tahun, Bontang mampu mencatatakan sejumlah capaian yang luar biasa.

“Alhamdulillah, artinya pendidikan di Bontang sudah on the right track,” kata Neni, tadi malam.

Jika melihat sejarah kualitas pendidikan Bontang, sambung Neni, di awal otonomi, IPM Bontang berada di urutan 12 dari 14 kabupaten/kota di Kaltim. Kemudian, IPM Bontang melesat tajam pada tahun 2003, kala itu IPM Bontang berada diurutan 3 dari 14 kabupaten/kota di Kaltim.

“Lalu tahun 2004 sampai 2014, IPM Bontang kedua tertinggi di Kaltim setelah Balikpapan. Alhamdulillah pada 2015, IPM Bontang menjadi yang pertama di Kaltim. Kendati capaian Bontang cukup luar biasa, namun kita jangan terlena. Karena, IPM bukan hanya pendidikan, tapi juga kesehatan dan ada indikator lain. Nah, pelayanan kesehatan juga harus terus kita tingkatkan,” tuturnya.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Bontang, dia sudah menyiapkan sejumlah program yang diyakini mampu membawa kualitas pendidikan meningkat lebih jauh.

Salah satu contohnya adalah program peningkatan kualitas guru. Yakni dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi guru untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami akan mendorong guru melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, agar kualitasnya semakin baik. Jika kualitas guru bagus, yakinlah kualitas siswanya juga akan bagus,” tuturnya.

Kata Neni, program peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi salah satu perhatian khusus di masa kepemimpinannya. Buktinya, Neni dan wakilnya, Basri Rase telah mencanangkan program smart city.

“Kami juga akan merealisasikan program satu guru satu laptop. Program ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bontang. Terget kami, semua sekolah di Bontang juga harus melaksanakan ujian berbasis online,” ujarnya.

Tak sampai di situ, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Neni juga akan gencar memberikan apresiasi khusus kepada siswa dan insan pendidikan  yang berprestasi.

“Intinya peningkatan kualitas harus terus kita dorong. Dan fasilitas dan sarana mengakses pendidikan akan terus kita tingkatkan,” katanya. 

Kualitas pendidikan di Bontang juga mendapat apresiasi dari ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris. Dia mengatakan, kualitas pendidikan saat ini tak lepas dari peran para guru dan pemkot, melalui Disdik Bontang.

“Peran guru dan Disdik sangat patut kita apresiasi. Karena memang hasil UN Bontang tertinggi di Kaltim dan keenam di Indonesia,” katanya.

Dia juga menekankan agar Pemkot Bontang benar-benar menjalankan amanah undang-undang (UU) untuk mengalokasikan anggaran sebesar 20 persen untuk pendidikan. Pasalnya, menurut Agus, selama ini hal tersebut belum dijalankan.

“Pemahaman saat ini, 20 persen itu dari seluruh anggaran untuk urusan pendidikan dari seluruh SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Padahal seharusnya, anggaran 20 persen itu yang murni dijalankan oleh Disdik,” katanya.

Nah, sebagai bentuk apresiasi dan menjalankan aturan, dia berharap agar anggaran 20 persen itu dijalankan di Disdik. “Karena dengan anggaran saat ini, prestasi cukup luar biasa. Apalagi dengan anggaran yang ditingkatkan, pasti jauh lebih meningkat,” harapnya. (hd) 

Sumber : bontang.prokal.co

Foto Berita

14 Aug 2016

 

Misi Kelurahan Belimbing :
1.    Meningkatkan Profesionalisme Kinerja Aparatur Kelurahan.
2.    Meningkatkan Koordinasi dengan Instansi Terkait dan Lembaga Kemasyarakatan.
3.    Mengembalikan dan Menjaga Kondisi Lingkungan Hidup Sesuai dengan Fungsinya.

 

Pengumuman

  • Informasi Program Kelurahan
  • Pengumuman Kelurahan

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan Kelurahan Belimbing
 

Join Us!

Mari bergabung di Sosial Media Kelurahan Belimbing

Stay Connected on:

Tentang Kami

Kelurahan Belimbing merupakan wilayah administratif dengan luas wilayah 872 Ha mempunyai 51 RT, jumlah penduduk sekitar 13.001 jiwa per Mei 2016.

Kantor Kelurahan

Kelurahan Belimbing
Jl Abdul Rauf No. 40 BTN PKT 
Bontang 75313 Kalimantan Timur
+62 548 25356
+62 548 25358

E-mail
admin@belimbing.id