S U R A T   E D A R A N

Menghadapi fonomena  Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah terjadi diwilayah Kota Bontang dan dimana Kota Bontang dalam status DARURAT DBD , maka dirasa perlu adanya suatu upaya preventif untuk mengantisipasi  hal tersebut, maka dengan ini kami mengharapkan bantuan Ketua RT untuk memberitahukan dan menginstruksikan kepada warganya agar  melaksanakan upaya pencegahan terhadap bahaya wabah demam berdarah tersebut, dengan hal-hal sebagai berikut : Klik Surat Edaran

 

Pembangunan Kilang Bontang Ditawarkan ke Perusahaan Rusia

Created on Thursday, 26 May 2016 00:00:00

JAKARTA – Pembangunan kilang di Bontang semakin mendekati titik terang. Informasi teranyar, PT Pertamina (Persero) menawarkan pembangunan kilang baru (New Grass Root Refinery/GRR) Bontang kepada Rosneft setelah perusahaan asal Rusia itu melangkah lebih dekat untuk menggarap proyek kilang GRR di Tuban, Jawa Timur.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan salah satu pertimbangan menggandeng Rosneft di proyek kilang yang lain adalah kemampuan suplai minyak sehingga kilang-kilang itu bisa beroperasi. Ia menuturkan, Rosneft merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, sehingga seharusnya bisa memberi jaminan pasokan.

Sebagai informasi, GRR Bontang rencananya akan menelan dana sampai US14 miliar dan rampung pada 2023. Kilang ini rencananya memiliki kapasitas 300 million barrel steam per day (MBSD).

"Sangat memungkinkan ia bisa masuk di proyek GRR yang lain. Selain itu kami juga lihat teknologi yang digunakan seperti apa. Melihat dari aspek-aspek itu, saya kira mereka punya posisi yang kuat," jelas Dwi.

Kendati demikian, ia mengatakan tujuan jangka pendek Pertamina saat ini adalah merampungkan negosiasi dengan Rosneft untuk pengembangan kilang Tuban. Salah satu poin yang perlu dilakukan perundingan, jelas Dwi, adalah seberapa besar bagian (share) produksi minyak Rusia yang bisa diambilalih oleh Pertamina.

"Karena di dalam memenuhi kebutuhan pengamanan energi di Indonesia, yang masih ada gap besar kan di sisi upstream. Jadi harus ada suplai besar dari luar negeri terkait itu. Semoga dalam jangka waktu minggu ini kita sudah jelas berapa share yang bisa diambil di upstream sana (Rusia)," jelasnya.

Rencana pembangunan kilang yang akan dilakukan di Bontang memang pelan-pelan mulai mendekati kenyataan. Bahkan, jika tak ada aral melintang, pembangunan sudah bisa dimulai pada 2018 mendatang.

Hal itu terungkap pada saat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melakukan persentasi dihadapan manajemen Pertamina yang dipimpin Direktur Pengolahan Rachmat Hardadi didampingi Michael Sihombing dan Irawan serta beberapa petinggi Pertamina lainnya yang tergabung dalam tim percepatan pembangunan kilang beberapa waktu lalu.

Dihadapan manajemen, Wali Kota meyakinkan jika langkah Pertamina yang berkeinginan membangun kilang di Bontang sudah tepat. Pasalnya kata Wali Kota, selama ini Bontang dianggap sebagai kota industri yang ramah dengan lingkungan. “Pertemuan ini bukti dari pemerintah kota sangat serius menginginkan pembangunan kilang bisa dilakukan di Bontang. Saya sebagai Wali Kota sangat yakin, dengan pembangunan kilang ini bisa meningkatkan kesejahteraan bagi warga Bontang,” papar Neni.

Dijelaskan Neni lebih lanjut, saat ini memang satu persatu pekerjaan rumah jelang pembangunan kilang terus dikebut pemerintah. Salah satunya adalah memantau proses sertifikasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang.

“Kami terus akan berkoordinasi dengan Badak tentang sertifikasi lahan ini. Yang pada intinya, agar pekerjaan ini tidak berjalan di tempat,” urainya.

Memang kata Wali Kota, dalam proses sertifikasi tersebut sedikit ada kendala. Salah satunya adalah banyaknya lahan yang masih terbentur dengan ruang terbuka hijau (RTH) yang diatur dalam Perda RTRW dan RDTR.

“Nah ini dia yang memang menjadi kendala. Makanya dalam waktu dekat ini, pemerintah bersama dengan DPRD akan membahas soal revisi perda RTRW ini. Kami akan tata ulangpeta ruang yang diatur dalam perda itu. Dengan harapan, pembangunan kilang tidak lagi terbentur dengan persoalan lahan,” harap Neni.

Sementara itu, Direktur Pengolah Pertamina Rachmat Hardadi mengatakan, pasca dikeluarkannya Perpres no 146/2015 tentang percepatan pembangunan kilang, Pertamina langsung bergerak cepat. Tim percepatan kilang pun sudah dibentuk. Dalam pemaparannya, Rachmat mengaku jika sebagai langkah serius timnya sudah mulai bekerja awal bulan depan.

“Makanya dalam pertemuan kali ini, kami dari Pertamina dan Pemerintah Kota Bontang sama-sama membagi tugas. Apa dan siapa yang bertanggungjawab apa. Itulah yang tadi terpaparkan. Karena jangan sampai, rencana ini berjalan di tempat,” jelasnya.

Sebagai langkah awal kata Rachmat, pembagian tugas itu dibagi beberapa macam. Pertama soal peranan pemerintah kota Bontang yang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sertifikasi lahan dan merevisi perda RTRW serta RDTR.

“Ini skenarionya. Semua sudah bergerak. Jika ini dilakukan sesuai target, dimana revisi perda RTRW rampung dan sertifikasi lahan tuntas maka bukan tidak mungkin kami memprediksi pembangunan fisik kilang sudah bisa dimulai pada 2018 mendatang,” tegasnya.

Secara detail kata Rachmat, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan kilang di Bontang mencapai seluas 468 hektare. 

“Kira-kira segitu lahan yang dibutuhkan. Makanya memang harus kerja keras untuk menyelesaikan persoalan itu,” urainya.

Kilang yang dibangun nanti di Bontang kata dia, dipastikan akan menjadi pemasok utama kebutuhan minyak untuk wilayah timur.

Proyek ini akan membangun kilang dengan kapasitas sekitar 300 ribu barel per hari. Pembangunan kilang Bontang ini nantinya akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Dalam Perpres 146/2015, KPBU adalah kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur untuk kepentingan umum.

Badan usaha yang dimaksud adalah perusahaan berbentuk badan hukum dan berkedudukan dalam wilayah Indonesia.  “Saya optimis pembangunan kilang di Bontang bisa terlaksana. Sebab, sudah ada ratusan investor yang berminat dalam proyek ini,” pungkasnya. (hd/hms)

Sumber : bontang.prokal.co

 

Foto Berita

14 Aug 2016

 

Misi Kelurahan Belimbing :
1.    Meningkatkan Profesionalisme Kinerja Aparatur Kelurahan.
2.    Meningkatkan Koordinasi dengan Instansi Terkait dan Lembaga Kemasyarakatan.
3.    Mengembalikan dan Menjaga Kondisi Lingkungan Hidup Sesuai dengan Fungsinya.

 

Pengumuman

  • Informasi Program Kelurahan
  • Pengumuman Kelurahan

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan Kelurahan Belimbing
 

Join Us!

Mari bergabung di Sosial Media Kelurahan Belimbing

Stay Connected on:

Tentang Kami

Kelurahan Belimbing merupakan wilayah administratif dengan luas wilayah 872 Ha mempunyai 51 RT, jumlah penduduk sekitar 13.001 jiwa per Mei 2016.

Kantor Kelurahan

Kelurahan Belimbing
Jl Abdul Rauf No. 40 BTN PKT 
Bontang 75313 Kalimantan Timur
+62 548 25356
+62 548 25358

E-mail
admin@belimbing.id