S U R A T   E D A R A N

Menghadapi fonomena  Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah terjadi diwilayah Kota Bontang dan dimana Kota Bontang dalam status DARURAT DBD , maka dirasa perlu adanya suatu upaya preventif untuk mengantisipasi  hal tersebut, maka dengan ini kami mengharapkan bantuan Ketua RT untuk memberitahukan dan menginstruksikan kepada warganya agar  melaksanakan upaya pencegahan terhadap bahaya wabah demam berdarah tersebut, dengan hal-hal sebagai berikut : Klik Surat Edaran

 

Wakili Kaltim di UP2K Nasional, Pasarkan Produk sampai Kutim

Created on Tuesday, 27 Sep 2016 10:17:01

PROKAL.CO, Oleh-oleh khas Kota Taman tidak hanya didapatkan di Bontang saja. Berkat Rodliyah, masyarakat di sekitar Kutai Timur juga bisa mendapatkannya. Bahkan, ia menargetkan Berau jadi pasar berikutnya.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

RODLIYAH sebenarnya sudah memulai bisnis oleh-oleh khas Bontang ini sejak 2005. Namun, kala itu ia belum serius dalam berbisnis. Terkadang produksi, terkadang tidak. “Kalau katanya sekarang moody, masih belum fokus buat usaha dibidang ini,” katanya.

Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau Kelompok Pelaksana (Poklak) Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Gus Faqih ini menjual berbagai macam produk oleh-oleh khas Bontang, seperti amplang, manisan rumput laut, dodol rumput laut, dan berbagai olahan hasil laut lain semisal kripik bawis. “Setelah 2009 saya urus perijinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga, Red.), 2012 saya mulai fokus menggeluti bisnis ini,” ujar istri dari M Bagus Afandi ini.

Rodliyah yang juga tergabung dalam UP2K TP PKK Kelurahan Belimbing ini tidak ingin setengah-setengah dalam berbisnis. Baginya seperti peribahasa, sudah tercebur lebih baik basah sekalian. Secara otodidak, ia belajar mulai produksi, administrasi, dan pemasarannya. “Di perjalanan bisnisnya, Alhamdulillah jadi mitra PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, red.) Pupuk Kaltim, dibantu juga oleh Disperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, red.), DPKP (Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian, Red), dan BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Red.),” kata perempuan kelahiran Lamongan, 19 Oktober 1977 ini.

Bantuan yang diberikan pun bervariasi. PKBL Pupuk Kaltim misalnya, memberikan dana bergulir sebesar Rp 25 juta saat awal Rodliyah membangun usahanya. Pun juga dengan Disperindagkop yang memberikan kegiatan pelatihan dan kesempatan mengikuti pameran hingga Batam. “Dulu sering ada pelatihan dan studi banding. Gara-gara defisit ini ditiadakan,” tambahnya.

Keahlian Rodliyah dalam bidang catat-mencatat menjadi keunggulan tersendiri dalam usahanya. Setahun setelah Gus Faqih berdiri, ia memenangkan Lomba Administrasi UP2K tingkat Kecamatan mewakili Bontang Barat pada 2013. Sejurus kemudian di tahun yang sama menjadi juara pertama juga dalam lomba yang sama tingkat Bontang. “Kemudian juara kedua di provinsi waktu 2014, di 2015 berhasil dapat juara pertama untuk administrasi UP2K,” ungkap Rodliyah.

Berkat prestasinya, Rodliyah kini tengah bersiap menuju Lomba Administrasi UP2K tingkat Nasional yang akan digelar 3-5 Oktober mendatang di Jakarta. Berbagai berkas administrasi yang akan dilombakan juga sudah disiapkan. “Kami berupaya sekuat mungkin, mohon doa seluruh masyarakat Kaltim khususnya Bontang,” ujarnya.

Pemasaran Hingga Berau

Tak hanya berprestasi secara administrasi, IKM Gus Faqih ini juga menjadi satu-satunya IKM asal Bontang yang memasarkan produknya hingga Kutai Timur (Kutim). Beberapa daerah yang sudah menjadi basis pemasarannya seperti Sangatta, Wahau, Bengalon, Sangkulirang, Kaliurang dan Rantau Pulung. “Insya Allah tahun ini akan kami pasarkan ke Berau,” tambah Rodliyah.

Untuk mencapai daerah-daerah tersebut, ia memiliki tim pemasaran tersendiri yang mengirim produk-produk Gus Faqih setiap sebulan sekali. Rodliyah juga tak segan membantu pelaku produksi IKM lain yang membutuhkan bantuan pemasaran  dari dirinya. “Produksi itu sebenarnya mudah, tapi memasarkannya yang susah,” katanya.

Kini bersama kesepuluh anggotanya, Rodliyah mampu meraup omset rata-rata hingga Rp 75 juta perbulan. Terlebih saat musim libur datang, bisa menembus diatas seratus juta rupiah dalam sebulan. Tak hanya outlet di depan Bontang Plaza, Rodliyah juga memiliki satu outlet di Pujasera Astek depan Hotel Grand Raodah. Berkat dua outlet yang dijalaninya, dalam sehari ia bisa meraup untung hingga Rp 5 juta. “Waktu lebaran Juli kemarin sampai Rp 122.280.000 sebulan. Toko oleh-oleh kan memang selalu rame saat liburan,” ungkap Rodliyah.

Meski begitu, Rodliyah tetap merendah. Ia tetap berkomitmen agar usaha yang dijalankannya bisa berguna bagi orang lain, terutama sesama pelaku usaha IKM seperti dirinya. “Makanya kami juga berusaha membantu IKM lain di Bontang. Kalau bisa membantu orang lain kan nanti orang lain bisa ingat dengan kita,” pungkasnya. (bersambung)

Biodata Diri

Nama: Rodliyah

TTL: Lamongan, 9 Oktober 1977

Suami: M. Bagus Afandi

Anak:

1. M. Abdullah Faqih

2. Ajeng Ayu Restu Islami

Nama Usaha: Gus Faqih

Alamat: Jalan Letjen S. Parman Kelurahan Belimbing (Depan Bontang Plaza)

Foto Berita

14 Aug 2016

 

Misi Kelurahan Belimbing :
1.    Meningkatkan Profesionalisme Kinerja Aparatur Kelurahan.
2.    Meningkatkan Koordinasi dengan Instansi Terkait dan Lembaga Kemasyarakatan.
3.    Mengembalikan dan Menjaga Kondisi Lingkungan Hidup Sesuai dengan Fungsinya.

 

Pengumuman

  • Informasi Program Kelurahan
  • Pengumuman Kelurahan

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan Kelurahan Belimbing
 

Join Us!

Mari bergabung di Sosial Media Kelurahan Belimbing

Stay Connected on:

Tentang Kami

Kelurahan Belimbing merupakan wilayah administratif dengan luas wilayah 872 Ha mempunyai 51 RT, jumlah penduduk sekitar 13.001 jiwa per Mei 2016.

Kantor Kelurahan

Kelurahan Belimbing
Jl Abdul Rauf No. 40 BTN PKT 
Bontang 75313 Kalimantan Timur
+62 548 25356
+62 548 25358

E-mail
admin@belimbing.id