S U R A T   E D A R A N

Menghadapi fonomena  Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah terjadi diwilayah Kota Bontang dan dimana Kota Bontang dalam status DARURAT DBD , maka dirasa perlu adanya suatu upaya preventif untuk mengantisipasi  hal tersebut, maka dengan ini kami mengharapkan bantuan Ketua RT untuk memberitahukan dan menginstruksikan kepada warganya agar  melaksanakan upaya pencegahan terhadap bahaya wabah demam berdarah tersebut, dengan hal-hal sebagai berikut : Klik Surat Edaran

 

Wali Kotaku ‘Doyan’ Blusukan, Protokoler Sampai Sering Kecele

Created on Monday, 25 Apr 2016 21:02:40

23 Maret 2016 lalu, Neni Moerniaeni dan Basri Rase resmi dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota periode 2016-2021. Ikut pemilihan kepala daerah (pilkada), akhirnya Neni-Basri mampu memenangkan hati rakyat. Lalu apa yang sudah dikerjakan pasangan ini selama sebulan memimpin Bontang?

“Mulai sekarang, kami mengepos di rumah jabatan (rujab) saja. Berangkat dari rumah langsung ke rujab,” kata Suryanto, Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Bontang kepada stafnya. Instruksi itu berlaku pertengahan April. Agenda wali kota yang tiap hari dikirim protokoler ke pegawai tak bisa lagi jadi patokan. Ada yang beda dari kepemimpin Neni-Basri.

Selama sebulan memimpin, sudah puluhan kali Neni-Basri menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah tempat. Benar-benar sidak. Tak ada yang tahu jika wali kota maupun wakilnya menggelar sidak. Bahkan, para staf protokoler yang mengatur agenda dan keseharian dua pemimpin itu juga tak tahu. Benar-benar di luar agenda dan terkesan mendadak.

Suryanto mengaku pernah kalang kabut saat agenda Neni mendadak berubah. Padahal, kata dia, dia bersama stafnya sudah menunggu dan menyiapkan segala halnya saat wali kota akan bersiap menggelar sidak di RSUD Taman Husada Bontang.

“Ibu kalau gelar sidak ya benaran. Bukan yang sesuai jadwal. Jadi saya berani pastikan, jangankan yang disidak, kami saja yang pegawai juga kaget kalau ibu tiba–tiba menggelar sidak di luar agenda. Tapi ya kami harus siap. Makanya sekarang kami sepakat untuk stand by di rujab. Supaya jika wali kota menggelar sidak kami sudah siap mendampingi,” kata Suryanto.

Tak beda dengan Suryanto, hal yang sama juga dirasakan ajudan wali kota, Irwan Janur. Kata dia, agenda dadakan yang tiba-tiba berubah membuat dirinya acapkali kalang kabut untuk memberikan informasi kepada protokoler.

“Sidak ibu ya benar-benar natural. Ibu enggak perlu, apakah sidak ini diikuti wartawan apa tidak. Tapi memang kadang ini yang buat kami harus siap. Karena kadang waktu sidak, ibu sering minta dipanggili kepala dinas terkait. Kalau sudah begini, saya bisa pastikan kepala dinas yang tidak ada di tempat pasti kalang kabut,” ujarnya.

Setali tiga uang dengan sang ajudan, Iskandar, Kasubag Pemberitaan Humas dan Protokol Pemkot Bontang. Dia pun sering “diprotes” wartawan lantaran dikira tak memberikan kabar soal sidak wali kota di sejumlah tempat. Maklum saja, kegiatan sidak yang dilakukan wali kota menjadi kegiatan yang paling dinanti para kuli tinta. Dari sidak, biasanya para jurnalis mendapatkan isu yang menarik.

“Biasanya malam saya share agenda di grup wartawan. Tapi sekarang saya harus nongkrong di rujab. Jadi begitu ibu mau sidak atau kunjungan ke mana, saat itu juga saya kabari teman-teman wartawan. Aduh saya takut diprotes teman-teman,” ungkapnya sembari tertawa ringan.

Neni yang disinggung soal aksinya, yang sering menggelar sidak diam-diam mengaku, dirinya memang sengaja tak memberitahu siapapun setiap rencana apa yang ingin dilakukan. Pasalnya, sidak yang diam-diam dilakukan lebih efektif untuk mengetahui persoalan yang saat ini terjadi.

“Kalau sidak-nya dikabari ya bukan sidak namanya,” kata Neni tersenyum.

Namun, terlepas dari aksinya yang sering melakukan sidak diam-diam, Neni mengaku hanya ingin bekerja secara maksimal. Apalagi, kata dia, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dalam bayang-bayang defisit membuat dirinya dan Basri Rase harus memutar otak lebih kuat lagi.

“Sebentar lagi kan mau bahas APBDP. Saya tidak mau kalau dalam pembahasan anggaran itu, yang dibahas tidak menyentuh kepentingan rakyat atau yang benar-benar penting. Makanya saya turun ke lapangan. Saya pengin tahu apa yang terjadi di lapangan. Masyarakat Bontang apa aspirasinya. Nah, inilah yang akan dibenahi, dan dipenuhi. Jangan sampai pembahasan anggaran tak menyentuh kepentingan rakyat. Apalagi APBD kita menurun imbas dari pusat,” jelasnya.

Maka dari itu, Neni-Basri Rase pun terus akan berlari kencang untuk menuntaskan segala hal yang selama ini belum dikerjakan maksimal oleh pemerintah. “Intinya kami ingin bekerja saja dulu. Karena ada amanah yang diberikan kepada saya dan Pak Basri,” tutupnya. (hms13/bersambung)

Foto Berita

14 Aug 2016

 

Misi Kelurahan Belimbing :
1.    Meningkatkan Profesionalisme Kinerja Aparatur Kelurahan.
2.    Meningkatkan Koordinasi dengan Instansi Terkait dan Lembaga Kemasyarakatan.
3.    Mengembalikan dan Menjaga Kondisi Lingkungan Hidup Sesuai dengan Fungsinya.

 

Pengumuman

  • Informasi Program Kelurahan
  • Pengumuman Kelurahan

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan Kelurahan Belimbing
 

Join Us!

Mari bergabung di Sosial Media Kelurahan Belimbing

Stay Connected on:

Tentang Kami

Kelurahan Belimbing merupakan wilayah administratif dengan luas wilayah 872 Ha mempunyai 51 RT, jumlah penduduk sekitar 13.001 jiwa per Mei 2016.

Kantor Kelurahan

Kelurahan Belimbing
Jl Abdul Rauf No. 40 BTN PKT 
Bontang 75313 Kalimantan Timur
+62 548 25356
+62 548 25358

E-mail
admin@belimbing.id